Memahami Penutupan Shift Buta (Blind Close)
Apa itu blind close, siapa yang melihat ekspektasi dan selisih kas, dan di mana kebijakan kas shift diatur pada Kebijakan POS.
Kata kunci: blind close, tutup buta, kebijakan pos, kasir melihat selisih. Modul: Shift & Operasional.
Penjelasan sederhana#
Pada penutupan buta (blind close), kasir yang menutup shift tidak diberi tahu berapa kas yang seharusnya ada. Kasir hanya menghitung dan memasukkan kas aktual, lalu sistem yang membandingkan. Tujuannya mencegah kasir "menyesuaikan" hitungan agar tampak pas.
Kapan dipakai#
Sebagai kebijakan toko. Aktifkan bila Anda ingin penutupan jujur tanpa kasir mengetahui target; matikan bila kasir boleh melihat ekspektasi.
Cara kerja#
Kebijakan diatur di Pengaturan › Kebijakan POS, kartu Kas & Tutup Shift, dengan empat pilihan: Tutup buta (blind close), Kasir melihat kas yang diharapkan, Kasir melihat selisih kas, dan Kasir melihat perputaran kas. Nilai bawaan: tutup buta aktif, tiga pilihan "Kasir melihat ..." mati. Kebijakan dapat berbeda per outlet atau register.
Di Backoffice, bila angka disembunyikan, kolom SELISIH menulis "blind" dan panel menampilkan peringatan bahwa ekspektasi, selisih, dan perputaran tidak ditampilkan untuk peran itu.
Contoh di toko#
Dengan kebijakan bawaan, kasir menutup shift dengan memasukkan kas aktual Rp 665.000 (ilustrasi) dan hanya melihat bahwa pencatatan diterima. Manajer membuka Shift Kasir dan melihat ekspektasi serta selisih lengkap pada panel.
Hal yang perlu diingat#
- Menurut aturan aplikasi, Manajer, Administrator, dan Owner selalu melihat nilai penuh, jadi Anda tidak akan melihat mode buta saat masuk sebagai Owner.
- Pada penutupan buta, kas aktual wajib diisi.
- Mutasi kas ditampilkan sebagai "Mutasi kas tersembunyi (blind)" bagi peran yang tidak berhak.
- Catatan audit penutupan sengaja tidak memuat angka ekspektasi atau selisih.
- Mengubah kebijakan memerlukan akses Pengaturan (Pengaturan Umum).