Memahami Serah Terima Shift (Handover) Kasir
Arti serah terima kasir di tengah shift, syarat dan efeknya, dan apa yang dapat dilihat di Backoffice: hanya riwayat, bukan pelaksanaannya.
Kata kunci: handover, serah terima, pergantian kasir, epoch kasir. Modul: Shift & Operasional.
Penjelasan sederhana#
Serah terima (handover) memindahkan tanggung jawab kas dari satu kasir ke kasir pengganti di tengah shift yang sama, tanpa menutup shift. Contoh: kasir pagi pulang, kasir siang melanjutkan memakai laci yang sama.
Efeknya menurut aturan aplikasi: nomor epoch kasir naik satu, Kasir Aktif berganti, dan satu baris riwayat dicatat. Shift tidak ditutup, modal dan penjualan tetap pada shift yang sama, dan sesi register tidak berganti.
Kapan dipakai#
Saat pergantian kasir tanpa perlu menutup dan menghitung kas. Bila Anda ingin kas dihitung per kasir, tutup shift lalu buka shift baru.
Melakukan dan memeriksa#
- Melakukan serah terima terjadi di aplikasi kasir, bukan di Backoffice (belum diuji di perangkat).
- Memeriksa dilakukan di Backoffice: Operasional › Shift Kasir › Lihat, bagian Riwayat Handover. Tiap baris memuat nomor (Handover #1), epoch, alasan, dan waktu. Pada daftar shift, baris register menulis jumlah handover ("handover 2"). Shift tanpa serah terima menulis "Belum ada handover."
Hal yang perlu diingat#
- Backoffice hanya menampilkan riwayat; tidak ada tutorial pelaksanaan di sini karena fiturnya tidak ada.
- Menurut aturan aplikasi, serah terima mensyaratkan shift masih terbuka, pelaksana adalah Manajer ke atas atau kasir yang sedang bertanggung jawab, dan PIN kasir pengganti diverifikasi bila kebijakan Wajib PIN saat handover aktif (bawaan aktif).
- Setelah serah terima, pembuka lama tidak bisa menutup dengan jalur biasa ("Shift telah di-handover. Minta kasir saat ini atau manager untuk menutup."); Manajer bisa menutup dengan alasan override (Tutup Shift).
- Riwayat tidak menampilkan nama pelaku, nominal, atau penyebab.